Friday, April 1, 2016

Seni Tradisional Kab. Garut

Assalamualaiku,,,,, kali ini saya memaparkan artikel tentang seni tradisional di kabupaten Garut, zaman sekarang ni banyak sekali orang yang lupa akan kesenian yang ada di kotanya masing-masing. buat kalian yang masih muda muda nih. ayo kita lestarikan kesenian di daerahnya masing masing, yuuu haha. nah kita langsung saja yu kita ke topik yang akan di bahas :)


Seni Tradisional 
Kabupaten Garut


Surak Ibra
Sura Ibra - Garut
      Boboyongan dengan nama lain Surak Ibra, diciptakan oleh Rd. Djadjadiwangsa putera Rd. Wangsa Muhammad (Pangeran Papak) pada tahun 1910 di Kampung Sindangsari Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja. Kesenian ini menggambarkan keinginan masyarakat untuk mempunyai pemerintah dan pemimpin sendiri, dengan semangat kebersamaan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antara pemerintah dan masyarakat.
Kesenian ini didukung oleh 40 sampai 100 orang pemain, dengan alat kesenian yang digunakan seperti kendang penca, angklung, dog-dog, kentongan dan lain-lain. Kesenian ini juga berupa sindiran/protes terhadap pemerintahan Belanda yang bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat pribumi.

Lais
Lais - Garut
          Kesenian ini merupakan sebuah kesenian pertunjukan akrobatik dalam seutas tali sepanjang 6 meter yang dibentangkan dan dikaitkan diantara dua buah bamboo dengan ketinggian 12 sampai 13 meter. 
Kesenian Lais di ambil dari nama seseorang yang sangat terampil memanjat pohon kelapa yang bernama ”Laisan” yang sehari-hari di panggil Pak Lais. Lais ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, tempatnya di Kampung Nangka Pait, Kec. Sukawening. Atraksi yang di tontonkan mula-mula pelais memanjat bambu lalu pindah ke tambang sambil menari-nari dan berputar di udara tanpa menggunakan sabuk pengaman dengan diiringi musik reog, kendang penca, dog-dog dan terompet.

Pencak Silat
Pencak Silat - Garut
Pencak Silat adalah olah raga seni beladiri, yang merupakan ciri khas kebudayaan etnis sunda. Dilihat dari unsur seni, pencak silat merupakan seni budaya yang sangat menarik untuk ditonton (SiIlat Ibing), permainan seni pencak silat ini biasanya diperagakan dengan diiringi musik gendang, terompet, dan lain sebagainya.



Hadro

Hadro - Garut
         Merupakan salah satu seni tradisional asal Garut yang tumbuh dan berkembang di Desa Bojong Kecamatan Bungbulang.
Lahirnya seni Hadro ini tidak terlepas dari syiar agama Islam, untuk pertama kalinya di perkenalkan oleh Kyai Haji Suradan dan Kyai Haji Ahmad Sayuti yang berasal dari Kampung Tanjung Singuru Kecamatan Samarang pada tahun 1917. Kesenian Hadro merupakan gabungan dari lagu-lagu keagamaan (lagu shalawat) yang diikuti dengan gerakan jurus silat. Kesenian ini merupakan syiar islam dan belajar bela diri untuk melawan penjajah. Pakaian yang di gunakan adalah pangsi, iket (tutup kepala ) dan selendang merah, peralatannya bedug, terompet kompeng dan dog-dog.

Dodombaan
Dodombaan - Garut
Awalnya terinspirasi oleh hewan domba yang merupakan kebanggaan dan ciri khas masyarakat Garut. Berangkat dari sanalah masyarakat Desa Panembong Kecamatan Bayongbong mengangkatnya ke dalam tarian yang dinamakan seni tari dodombaan yang merupakan seni laga domba. Antraksi ini biasanya diiringi pula oleh musik dan seni tari tradisional, sehingga secara keseluruhan menampilkan atraksi hiburan yang berbeda dan menarik.



Nahhh itulah seni tradisional di Kambupaten Garut, mari kita lestarikan dan jaga kesenian daerah kita, semoga artikel ini bermangfaat yaaa :)

Lingkungan Alam Indonesia

Pernakah kalian berwisata ke daerah pantai atau sungai? Cukup indah bukan pemandangannya? Pemandangan alam yang indah ini seluruhnya ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita hidup dan tinggal di lingkungan kita dengan pemandangan alam yang indah semuanya merupakan ciptaan Tuhan.
Jika berbicara mengenai lingkungan, di bumi tempat kita berpijak ini terdapat dua macam tipe lingkungan yaitu lingkungan buatan dan alam. Pada postingan belajar kali ini, saya akan mengulas tentang artikel alam dan lingkungannya beserta contoh yang ada di alam ini.
Lingkungan-alam memiliki pengertian sebagai lingkungan yang tercipta tanpa adanya campur tangan manusia atau secara alami dan merupakan ciptaan Tuhan seperti yang telah diuraikan di atas. Contoh alam yang di ciptakan Tuhan ini seperti sungai, laut, alam pegunungan dan lain sebaginya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian contoh dari lingkungan alam ini:
1. Sungai
Contoh alam yang bukan hasil campur tangan manusia dan merupakan ciptaan Tuhan yaitu lingkungan Sungai. Sungai merupakan bentuk alam yang tercipta dari berbagai macam proses geologi di bumi dan berhubungan dengan proses-proses klimatologi serta proses ilmu lainnya di bumi ini.

Aliran air pada sungai berasal dari mata air di alam ini. Selain dari mata air alam, aliran sungai juga bisa berasal dari siklus-siklus hidrologi yang ada di bumi ini, coba kalian ingat kembali mengenai siklus terjadinya hujan, juga siklus pencairan es, kesemuanya saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.
Sebagai contoh pencairan es dikarenakan pemanasan global, es yang mencair ini akan mengalir ke tempat yang lebih rendah, sebagaian lagi akan terserap kedalam tanah dan menjadi air tanah yang nantinya mengisi sumber-sumber mata air. Pelepasan sumber mata air dari alam ini akan membentuk sebuah aliran sungai.
Sungai Cimanuk - Garut
Lingkungan sungai di alam sangat penting bagi habitat hewan dan tumbuhan yang hidup disekitarnya. Dari kehidupan habitan hewan dan tumbuhan serta unsur abiotik pada sungai inilah nantinya akan tercipta sebuah ekosiste alam sungai.


2. Hutan
Lingkungan hutan merupakan contoh dari alam ciptaan Tuhan selanjutnya. Hutan merupaka daerah atau kawasan alam dimana banyak ditumbuhi berbagai macam jenis pohon dan tumbuhan lainnya. Adanya hutan pada alam ini memiliki berbagai macamfungsi dan  manfaat.

Contoh fungsi hutan ini adalah sebagai biosfer bumi, lingkungan hutan juga merupakan tempat tinggal atau habitat dari berbagai macam hewan serta menjadi penampung karbondioksida terbesar. Mengapa hutan dikatakan sebagai penampung karbondioksida terbesar di alam?
Hutan Leweung Sancang - Garut
Untuk menjawabnya, mari kita ingat kembali pelajaran biologi mengenai fotosintesis pada tumbuhan. Pada uraian diatas, telah dijelaskan bahwa lingkungan hutan terdiri dari berbagai macam pohon dan tumbuhan, umumnya di siang hari tumbuh-tumbuhan ini melakuakan proses fotosintesis dimana tumbuhan menyerap karbondioksida dan kemudian melepaskan kembali dalam bentuk oksigen atau O2. Jika kalian pernah duduk di bawah pohon pada waktu siang hari, pasti terasa sejuk bukan? Ini dikarenakan tumbuhan seperti pepohonan melepaskan oksigen di siang hari pada proses fotosintesis, sehingga kita akan terasa sejuk jika berteduh di sekitar lingkungan bawah pohon pada saat siang hari.
Itulah mengapa lingkungan hutan dikatakan sebagai penampung karbondioksida terbesar di alam ini. Coba kalian bayangkan apa yang terjadi jika seluruh hutan di alam ini ditebang habis? Sudah tentu tidak ada lagi yang akan menampung karbondioksida dan pastinya persediaan oksigen di alam yang kita hirup sehari-harinya akan menipis. Atau mungkin kita semua sudah tidak bisa bernafas lagi dikarenakan sudah tidak ada oksigen karena hutan sudah habis ditebang semua.
3. Danau
Contoh lingkungan berikutnya yang di hasilkan oleh alam yaitu Danau. Danau sendiri merupakan cekungan besar dimana cekungan ini menampung air tawar maupun air asin dan terakumulasi dalam waktu lama yang berasal dari mata air, aliran sungai, maupun gletser.
Danau Ciharus - Garut
Di alam ini terdapat 7 macam jenis Danau berdasarkan proses terjadinya. 6 jenis Danau berasal dari proses geologi alam, sedangkan satu lagi akibat campur tangan manusia atau buatan. Jenis-jenis danau berdasarkan proses terbentuknya ini yaitu:

  1. danau tektonik yaitu danau yg terbentuk akibat penurunan muka bumi karena pergeseran / patahan
  2. danau vulkanik yaitu danau yg terbentuk akibat aktivitas vulkanisme / gunung berapi
  3. danau tektovulkanik yaitu danau yg terbentuk akibat percampuran aktivitas tektonisme dan vulkanisme
  4. danau bendungan alami yaitu danau yg terbentuk akibat lembah sungai terbendung oleh aliran lava saat erupsi terjadi
  5. danau karst yaitu danau yg terbentuk akibat pelarutan tanah kapur
  6. danau glasial yaitu danau yg terbentuk akibat mencairnya es / keringnya daerah es yg kemudian terisi air
  7. danau buatan yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas manusia (tidak termasuk dalam contoh dari lingkungan hasil alam)
Di Indonesia, terdapat berbagai macam danau hasil alam yang digunakan sebagai tempat rekreasi atau pariwisata, diantaranya danau toba, danau kalimutu, danau kawah ijen dan lain sebagainya.
4. Pantai
Contoh berikutnya dari lingkungan hasil alam yaitu pantai. Pantai merupakan garis pertemuan antara daratan daerah laut. Pantai ini di alam memiliki banyak fungsi penting. Pertama yaitu habitat terumbu karang yang ada di pantai akan berperan menjadi pemecah gelombang alami sehingga mengurangi atau mencegah terjadinya abrasi. Begitu juga denga habitat dari tumbuhan babakauan yang ada di pantai bisa menahan laju gelombang yang dapat menyebabkan abrasi.

Pantai juga merupakan salah satu lingkungan di alam yang paling digemari manusia untuk refreshing atau tempat berwisata. Beberapa negara, seperti Jerman dan Jepang, pantai yang memiliki gelombang besar biasanya digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga gelombang. Sehingga energi yang di olah dari alam ini lebih ramah lingkungan.
Pantai Sayang Heulang - Garut
Habitat ikan, biota laut dan tumbuhan laut seperti rumput laut yang dihasilkan alam ini juga memiliki nilai ekonomis bagi penduduk yg ada disekitar lingkungan pantai ini. Sekarang coba kalian bayangkan jika lingkungan pantai kita ini tercemar oleh tangan-tangan kita! Sudah tentu akan merusak keseimbangan yg ada di alam ini, baik itu penggerusan daratan akibat rusaknya terumbu karang di daerah panatai maupun penebangan hutan bakau di lingkungan pantai.
Habitat tanaman bakau yang ada dipantai selain menjadi pemecah gelombang alami juga menjadi tempat tinggal berbagai macam biota laut serta berbagai macam jenis burung. Di daerah hutan bakau pantai inilah nantinya tercipta ekosistem alam hutan bakau di dalamnya.
5. Gunung
Gunung merupakan contoh dari lingkungan hasil alam berikutnya.  Gunung sendiri terbentuk oleh proses geologi yang terjadi di alam ini. Umumnya definisi gunung diartikan sebagai bentuk muka bumi yang menonjol keatas dan memiliki puncak.

Sedangkan perbedaan gunung dan bukit yaitu biasanya gunung memiliki ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan dengan bukit. Kumpulan gunung yg berjejer atau berbaris di alam ini disebut sebagai daerah pegunungan. Di Indonesia, gunung yang paling tinggi yaitu puncak Jaya atau puncak Jayawijaya yg berada di Papua.
Gunung Jaya Wijaya - Papua
Di puncak gunung ini terdapat salju alam atau gletser yang biasa di sebut penduduk sekitar sebagai salju abadi. Dikatakan seperti itu karena puncak jayawijaya merupakan satu-satunya gunung di daerah tropis dimana lingkungan di sekitarnya memiliki salju diatasnya.

6. Air Terjun
Air terjun merupakan contoh dari lingkungan yang dicciptakan oleh alam berikutnya. Air terjun sebenarnya merupakan bentu dari aliran sunga yg deras, dimana pada jalur mengalirnya air terdapat formasi beda tinggi antara batuan yang satu dengan batuan yang lain.

Air Terjun Sanghiang Taraje - Garut


Perbedaan tinggi batuan ini tercipta di alam secara alami. Masa air yang melewati jalur ini kemudian akan jatuh dan membentuk sebuah pemandangan dinding air indah dimana kita kenal sebagai air terjun.

Jalur Pendakian Gunung Guntur Garut Jawa Barat

Jalur Pendakian Gunung Guntur
Gunung guntur memiliki ketinggian 2.249 Mdpl. Merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di kabupaten Garut. Gunung ini pertama didaki oleh pendaki berkebangsaan prusia – Jerman, Frans Junghun pada tahun 1837. Pada saat itu Junghun memasukkan gunung ini pada golongan gunung – gunung api paling aktif di Jawa. Gunung ini memiliki dua sumber mata air, yaitu sumber air panas yang mengalir ke Cipanas yang kemudian dimanfaatkan sebagai wisata pemandian Cipanas, dan yang satu lagi sumber air dingin yang mengalir ke aliran curug citiis. Gunung guntur tidak seperti gunung –gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada lintasan sesudah melewati curug citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas. Saya sendiri mendaki gunung ini pada bulan Juni 2008.
Untuk mendaki gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.
Untuk menuju kampung citiis, anda yang dari Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut. Ada dua alternatif disini, anda bisa menumpang bus Jakarta – garut yang melewati tol cipularang, turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas, turun di gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih panjang. Saya sendiri dengan tidak sengaja menumpang bus yang melewati daerah puncak, karena tadinya saya pikir bus itu akan melewati tol cipularang. Tapi ada untungnya juga, karena saya tidak usah lagi oper angkot, dan bisa langsung turun di citiis. Ongkosnya saat itu 35rb rupiah. Tapi mungkin jika anda mendaki beramai-ramai, soal ongkos mungkin masih bisa di negosiasi lagi dengan kenek bus. Saya sendiri karena saat itu melakukan pendakian seorang diri, jadi gak ada pilihan lain, selain menerima tarif yang di ajukan si kenek.
Dari gerbang desa citiis, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Tarifnya sekitar 10rb-an. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan. Pada saat saya melakukan pendakian kesana (2008), kepala desanya dijabat oleh ibu Tati, sayang ketika saya kesana, ibu Tati sedak tidak berada dirumah, sehingga proses perizinan diwakili oleh Ibunda bu Tati, saya cukup menyerahkan fotokopi KTP dan uang retribusi pendakian seikhlasnya, biasanya berkisar antara 3rb hingga 5rb rupiah. Untuk menambah perbekalan pendakian, anda bisa sekalian membelinya disini, karena dirumah bu Tati juga terdapat warung kecil.
Setelah selesai mengurus perizinan, tukang ojek akan membawa kita melanjutkan perjalanan menuju lokasi penggalian pasir. Tapi sayang, pada saat saya melakukan pendakian, kondisi jalan sedang rusak parah. Sehingga terpaksa saya mengikhlaskan tukang ojek untuk menurunkan saya sebelum sampai ke lokasi yang sudah disepakati. Karena kasihan juga kalau motornya harus dipaksakan melewati jalan yang rusak. Bisa- bisa itu jadi hari terakhir dia ngojek karena motornya harus turun mesin dan patah rangka. Hahaha…… lebay ah…
Di sekitar lokasi penggalian pasir ini, terdapat jalan agak lebar yang biasa digunakan truk truk pasir untuk keluar masuk. Sebagian bercabang, jadi sebaiknya anda banyak bertanya pada penambang – penambang pasir arah yang menuju ke jalur pendakian. Sekitar 30 menit dari kampung citiis, anda akan menemui pipa saluran air di aliran sungai kecil disisi kanan anda. Pipa itu bisa anda jadikan patokan jalur pendakian anda. Ikuti alur pipa tersebut, melewati hutan yang rindang dan ladang – ladang penduduk sampai anda menjumpai curug citiis.
Curug Citiis
Suasana disekitar curug citiis begitu sejuk. Anda bisa mendirikan tenda dikawasan tersebut. Tempat itu bisa menampung kurang lebih 2 -3 tenda. Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa anda gunakan untuk beristirahat. Anda bisa menambah persediaan air ditempat ini, karena setelah ini, anda akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian.
Selepas curug citiis, anda harus naik kearah padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian anda. Disinilah tantangan dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan anda lewati selepas kawasan air terjun. Saya sarankan agar anda menggunakan baju atau kaus berlengan panjang. Selain untuk melindungi dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Kira – kira satu jam selepas air terjun citiis, anda akan menjumpai sebuah area yang cukup “teduh” dan dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Anda bisa beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.
Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan anda lalui didominasi tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis terbakar. Dikanan kiri jalur anda akan melihat bekas aliran lava yang telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan kemiringan berkisar antara 45 – 75 derajat. Jika anda mendaki di siang hari dengan teriknya sinar matahari, anda akan merasakan betapa panasnya berjalan di punggungan gunung Guntur ini.
Semakin mendekati puncak pertama, jalur yang akan anda lalui semakin terjal dan gersang. Medan yang kita lalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan kerikil, sehingga jika kita tidak pintar – pintar memilih jalan anda akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Saya sendiri saat melewati jalur ini, sempat teringat jalur plawangan yang menuju puncak slamet, kondisi jalur yang licin dan curam, serta minim pegangan untuk menahan tubuh agar tak terperosok kebawah.
Mendekati puncak pertama, anda akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar. Pohon ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini, kira –kira 15 menit kemudian, anda akan menemui sebuah batu besar. Lalu 15 menit dari batu besar tersebut, anda akan tiba di puncak pertama. Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis adalah 2 – 2.5 jam. Tapi saya sendiri waktu itu membutuhkan waktu sampai 3,5 jam. Kebetulan saat itu saya lupa membawa persediaan air yang banyak, sehingga pergerakan saya jadi lebih lambat.
Puncak Pertama
Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa anda jadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angina yang sewaktu – waktu bertiup kuat. Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri anda. Berhadapan dengan gunung cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal pemukiman, persawahan, situ bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.
Menuju puncak kedua, anda akan melintasi lembah yang jalurnya cukup landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Anda berjalan melipir punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal, dengan kemiringan sekitar 4 derajat. Punggungan yang anda lintasi berupa padang savanna yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Puncak Kedua
Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Gunung –gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik disekitarnya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung guntur terlihat dihadapan anda. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun terlihat dengan jelas.
Nah, setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di Puncak kedua, kawan2 bisa melanjutkan pendakian menuju puncak tertinggi gunung guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang akan anda lewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas. Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini. Setelah sedikit menurun, jalur yang anda lalui akan menanjak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak pertama, anda akan sampai di puncak tertunggi gunung guntur (2.249 mdpl)
Puncak Tertinggi
Area puncak gunung guntur cukup datar dan memiliki luas kira – kira 2 kali lapangan Voli. Disini terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi untuk memantau aktivitas gunung api. Anda juga bisa melihat anggunnya Gunung Cikurai dengan sangat Jelas. Pemandangan dari puncak gunung guntur sangat menakjubkan, sehingga perjalanan berat melintasi medan yang sulit dan melelahkan seakan terbayar dengan keindahan yang anda saksikan. Bukannya mau lebay, ya emang susah di ungkapkan dengan kata2. saya nggak akan medeskripsikan seperti apa keindahan panorama yang bisa anda nikmati di puncak gunung guntur. Karena keindahan alam, memang tidak akan cukup didefinisikan dengan kata2. Yupz, anda harus lihat sendiri, nikmati, resapi, dan sadari, bahwa betapa kecilnya diri kita bila dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang maha kuasa.
Dan yang terpenting, anda tidak akan tega menikmati alam ini untuk anda sendiri bukan..? anda tentu ingin anak cucu anda pada generasi yang akan hanya akan mendengar tentang indahnya bumi kita dari dongeng2 dan cerita2 usang pendahulunya. Karena itu, sebagai pendaki gunung, kita juga harus berlaku sebagai pencinta alam. Karena anda sadari atau tidak, tanah tempat kita berpijak, tanah Indonesia, dianugerahi kekayaan dan keindahan alam yang tak ternilai harganya. Yang akan rusak jika tidak kita jaga..

Surga di Gunung Bromo

Jangan katakan Anda pernah ke Jawa Timur bila belum menapakkan kaki di gunung api yang indah ini. Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki keunikan dengan pasir laut seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai icon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum. Lokasi ini menjadi unik karena adanya fenomena alam kawah belerangnya yang luas dan terus-menerus mengeluarkan asap, kawasan yang terletak di dalam kaldera tengger yang luas dan dikelilingi lautan pasir ini  banyak menyedot kekaguman dari wisatawan, terlebih eksotisme SunRise yang disuguhkan, berlomba-lomba diperjuangkan dan diabadikan oleh banyak fotografer, karena untuk mendapatkan moment Sunrise yang menakjubkan, para wisatawan diharuskan terjaga sejak pagi buta, menyewa kendaraan JIP dan memilih spot pengamatan paling strategis yang umumnya berada di sekitar Gunung Penanjakan. Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m inilah, wisatawan dari seluruh dunia datang untuk melihat sunrise Gunung Bromo. Pemandangannya sungguh menakjubkan. Sekitar pukul 04.45 WIB matahari akan terbit perlahan-lahan. Sekitar 30 menit Anda akan takjub melihat keindahan matahari terbit sampai akhirnya matahari terang benderang dan puncak Gunung Bromo terlihat bersebelahan dengan Gunung Batok.  Sangat luar biasa, dimana Anda akan melihat latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang naik ke langit.  Jangan kaget banyak pengunjung yang bertepuk tangan saat matahari muncul perlahan-lahan tersebut, karena keindahannya memiliki sensasi tersendiri. Kita akan merasa berada di atas awan melihat kabut di bawah menari-nari diatas Gunung Bromo. Puncak Gunung Semeru juga kelihatan dari kejauhan membelakangi Gunung Bromo. Dan yang akan Anda dengar selanjutnya hanya suara jepretan kamera wisatawan saat menangkap momen yang tidak bisa didapatkan di tempat lain ini. Selain menyuguhkan eksotisme sunrise, budaya masyarakat setempat yang pada waktu-waktu tertentu, melakukan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo setahun sekali, juga menjadi alasan bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Bromo.
Untuk menuju ke Gunung Bromo, dari Jakarta bisa ditempuh dengan tiga cara. Melalui udara langsung beli tiket pesawat Jakarta-Surabaya. Hampir semua maskapai penerbangan nasional membuka jalur Jakarta-Surabaya. Sampai di Bandara Juanda ada pilihan bus Damri yang mengantar kita ke terminal bus Bungurasih Surabaya. PIlih bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Kepada kondektur bus, katakan bahwa Anda ingin turun di Probolinggo. Sampai Terminal Probolinggo, Anda bisa naik angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari. Tetapi jangan kaget. Angkutan desa ini menunggu penumpang hingga penuh, barulah kemudian ia mau berangkat. Jadi agak lama menunggu mobil jenis colt lama itu untuk berangkat. Melalui jalur kereta api, banyak pilihan untuk Anda, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi. Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya. Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, Anda bisa naik Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Anda beli tiket sampai Stasiun Probolinggo saja. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo. Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja. Di Kecamatan Ngadisari banyak pilihan tempat menginap. Bisa di hotel atau rumah-rumah penduduk. Urusan perut tak perlu khawatir. Ada banyak warung-warung makanan yang menjual minuman dan makanan panas untuk mengurangi dinginnya udara Gunung Bromo. Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo yang lokasinya berada di Penanjakan, Anda perlu menyewa mobil jip hardtop untuk mengantar Anda menyeberangi lautan pasir.
Untuk sewa mobil ini Anda bisa patungan dengan beberapa wisatawan. Satu mobil cukup untuk tujuh orang. Anda harus sudah memesan mobil jip ini pada malam hari. Pemilik hotel jam 03.00 WIB akan membangunkan Anda untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap. Jangan lupa membawa jaket, syal, sarung tangan, dan topi penutup telinga. Karena selain dinginnya udara, juga angin kencang membuat Anda kedinginan. Sangat beruntung apabila Anda datang tidak dalam keadaan cuaca mendung sehingga leluasa melihat matahari terbit. 

Puncak Gunung Cikuray

Cikuray yang identik dengan sebuah kerucut raksasa adalah salah satu gunung yang terletak di selatan kota Garut Jawa Barat. Gunung Cikuray mempunyai ketinggian 2.818 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah tiga gunung lainnya yaitu, Gunung Ceremai (3078 mdpl), Gunung Pangrango (3019 mdpl), dan Gunung Gede (2958 mdpl). Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Pendakian Gunung Cikuray dari Cilawu dapat dicapai dari Garut. Perjalanan dari jalan raya untuk menuju titik awal pendakian yaitu stasium pemancar TV  dapat memakan waktu sekitar 4 jam sampai dengan 6 jam perjalanan menuju puncak, Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV, Jika kalian ingin trek yang lebih menantang bisa menuju Kecamatan Cilawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya atau Cigarungsang,di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan,di situ kita di suruh ngisi buku tamu dan kena biaya Rp.2.000/orang. Lalu dapat dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar Rp.30.000/orang

Jalur Pendakian Cilawu
Dari stasiun pemancar, memulai pendakian melalui kebun teh dengan punggungan yang terlihat jelas, dari sana juga dapat terlihat bentuk punggungan yang akan didaki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat, sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang gersang dan berdebu. Setelah itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan, kondisi tanah masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.
Pos 1 dapat dicapai dari stasiun pemancar TV dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2. Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 adalah 1,5 kali lebih lama dibanding waktu tempuh dari Pos 1 ke Pos 2.  Karena medannya yang curam, dengan kontur yang rapat, Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 hanya mampu menampung satu sampai dua tenda. Sementara di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat menampung sampai tiga tenda.
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun pemancar TV. Dalam musim kemarau panjang, pendaki tidak dapat mengisi perbekalan air di stasiun pemancar karena para pekerja di stasiun pemancar tersebut juga harus bolak–balik ke desa untuk mengisi ulang air yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya, sebaiknya diisi sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir : Desa Cisumur atau Cikoneng di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu.
Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki dari Pos 4 menuju Pos  membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yan lebih terjal seperti Pos 3 menuju Pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.
Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak terlalu rapat namun masih dapat menghalangi hantaman angin langsung dan sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi tempat yang paling santai untuk menunggu momen matahari terbit atau tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang dari 15 menit dengan membawa perbekalan secukupnya, lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10 menit.
Puncak Gunung Cikuray dengan menampilkan panorama kota dan pegunungan di wilayah Garut. Di sebelah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.

Thursday, March 31, 2016

Negri di atas AWAN @G. Cikuray

Panorama yang sangat menakjupkan membuat hati kita tentram dan damai. Matahari yang muncul dari timur dan gumpalan awan membuat Negri diatasnya, inilah salah satu ciri kekuasaan ALLAH SWT yang harus kita syukuri. Perjalanan yang sangat panjang sekitar 5-6 jam lamanya membuat cape dan lelah, namun sesudah di sampai ke puncak ternyata rasa lelah dan capepun terbayar sudah dengan panorama alam yang indah. Sayangnya disini masih banyak yang belum sadar akan sampah yang membuang sembarangan, para pendaki yang tidak membawa sampahnya lagi ke bawah membuat Gunung ini menjadi kotor dan bau. saran dari saya "tolong bawa sampahnya kembali" agar diperjalanan dan tempat kita ngecamp bersih dan indah. Banyak orang berkata bahwa "Menjaga Itu Lebih Sulit Dari Pada Menciptakan", cintailah alam kita seperti mencintai diri kita sendiri, jagalah alam kita seperti menjaga kekasih. 2281 MDPL inilah negri di atas awan "Gunung Cikuray" dengan panorama alam yang elok dan indah. G. Cikuray terletak di Kab. Garut dengan ketinggian 2281 MDPL dan mempunyai tiga jalur pandakian yaitu lewat Cilawu yang terkenal dengan pemamcar TV, lewat jalur Bayongbong dengan trek yang sangat menantang dan yang terakhir lewat jalur Cikajang yang sama menantangnya dengan jalur Bayongbong. Bagi kawan-kawan yang mau mendaki ke Gunung Cikuray bisa konsul sama saya facebook @Herlan firmansah, atau bisa datang ke sekretariat WAPALAM yang terletak di Jln. samarang Universitas Garut Hampor. sekian dulu ya mengenai G. Cikuray.